Moriteru Ueshiba adalah putra kedua dari Kisshomaru Ueshiba, atau bisa juga dikatakan sebagai cucu kandung dari Morihei Ueshiba, pendiri dan penemu Aikido. Lahir pada 2 April 1951 Moriteru Ueshiba adalah penerus generasi Ueshiba untuk memimpin Aikikai Hombu dan menjadi Doshu (pemimpin tertinggi) ketiga sejak 4 Januari 1999, setelah menggantikan Kisshomaru Ueshiba dan Morihei Ueshiba. Moriteru Ushiba menyerap ilmu Aikido dengan cara berlatih bersama ayahnya Kisshomaru Ueshiba dan kakeknya Morihei Ueshiba.

Moriteru Ueshiba menamatkan pendidikan formalnya dibidang ekonomi dari Meiji Gakuin University pada tahun 1976. Moriteru termasuk orang yagn sering melakukan lawatan keluar Jepang dalam rangka mengembangkan Aikido dan juga menjadi pembicara dalam seminar – seminar di negara negara diluar Jepang.

read more


Kisshomaru Ueshiba adalah merupakan anak dan penerus dari Morihei Ushiba yang merupakan pendiri dan penemu Aikido. Lahir di Ayabe, 27 Juni 1921 Kisshomaru adalah anak ketiga dari 4 bersaudara. Setelah Morihei Ueshiba wafat pada tahun 1969, Kisshomaru Ueshiba meneruskan kepemimpinan AIkikai Hanbu dan menjadi Doshu (pimpinan tertinggi).

Kisshomaru Ueshiba mempunyai peran untuk mengembangkan Aikido keluar Jepang dengan cara melakukan perjalanan ke belahan dunia lainnya untuk memperkenalkan Aikido. Disamping itu Kisshomaru Ueshiba juga banyak berperan dalam pengembangna teknik dengna cara melakukan modifikasi secara bertahap beberapa waza sebagai standard Aikikai.

read more


Berlatih Aikido seperti halnya berlatih beladiri lainnya banyak akan terjadi kontak fisik sebagai bentuk simulasi atas serangan yang terjadi. Kontak atau serangan ini tentunya akan dilanjutkan dengan aplikasi dari suatu teknik atau waza tertentu. Proses yang terjadi pada saat berlatih ini tentunya mempunyai resiko terhadap cedera, bahkan pada olah raga apa pun yang berpotensi untuk terjadinya kontak fisik, resiko terhadap cedera pasti akan muncul. Seberapa besar resiko terhadap cedera ini tergantung dari banyak faktor, keseriusan berlatih dll. Untuk mencegah resiko yang lebih besar lagi maka sebaiknya penggunaan perhiasan atau asesoris dihindari pada saat berlatih, Apapun bentuk perhiasan tersebut sebaiknya dilepaskan sebelum mulai kegiatan berlatih Aikido, bahkan pada saat sebelum pemanasan pun sebaiknya sudah dilepaskan. Hal ini untuk mengurangi resiko cedera yang dapat terjadi, baik bagi pengguna perhiasan atau aksesoris tersebut, maupun orang lain yagn berlatih bersama.


Judul: AIKIDO and the dynamic sphere

Penulis: A. Westbrook & O Ratti

Penerbit: Tuttle Publishing

Tahun penerbitan: 2001

Saat ini tidak sedikit buku mengenai Aikido yang telah terbit dan dapat ditemukan di took buku, baik berupa buku dalam bahasa asing maupun buku yang diterbitkan dan ditulis oleh penerbit dan pengarang local. Diantara sekian banyak buku yang terbit itu, buku Aikido and the dynamic sphere merupakan salah satu buku terbaik mengenai Aikido yang dituliskan oleh pengarang barat yang non keluarga atau murid langsung dari Morihei Ueshiba.

read more


Salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan atau melakukan eksekusi teknik Aikido adalah kestabilan tubuh. Apabila tubuh kita dalam keadaan tidak stabil dalam melakukan eksekusi suatu teknik, maka kita sendiri akan mempunyai resiko untuk ikut terjatuh atau gagal dalam melakukan teknik tersebut. Hal ini terjadi baik dalam posisi kita melakukan eksekusi teknik dalam keadaan berdiri maupun eksekusi teknik dalam keadaan duduk. Pelaksanaan eksekusi dalam keadaan duduk membutuhkan konsentrasi dan usaha yang lebih besar untuk menstabilkan tubuh, jika dibandingkan dengan eksekusi yang dijalankan dalam keadaan berdiri. Untuk itu latihan secara rutin bergerak shiko menjadi salah satu latihan dasar untuk berlatih stabil dalam keadaan jongkok atau zagi. Begitu pula dalam keadaan berdiri, walau kita sehari hari sudah melakukan hal tersebut, tapi kadangkala kita tidak sadar, apakah berdiri kita sudah dalam keadaan stabil atau belum. Jadi kadang kita juga harus belajar kembali bagaimana berdiri yang stabil. Bagaimana berdiri yang stabil? Menempatkan titik berat tubuh kita dengan baik, itulah kata kunci untuk dapat berdiri dengan stabil. Yang ini berarti bahwa berdiri dengan nyaman dan tidak mudah goyang apabila ditarik maupun didorong.


Sebaiknya hindari kurang tidur pada saat anda ingin berlatih Aikido. Kondisi tubuh yang tidak fit karena kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi dan fokus serta tenaga yang berkurang akan menjadikan latihan Aikido anda kurang efektif. Dan tentunya berlatih dengan kondisi yang tidak prima akan meningkatkan resiko terjadinya kesalahan atau juga cedera. Dalam hal ini resiko tidak saja pada diri kita masing masing, tetapi juga berarti resiko bagi mitra latih kita di dojo. Untuk menjegah hal tersebut terjadi maka jangan paksakan berlatih apabila anda baru saja melakukan pekerjaan sampai larut dan mengalami kurang tidur, karena resiko tidak hanya pada anda tapi juga mitra latih anda.


Berlatih Aikido seperti halnya beladiri lainnya akan membutuhkan stamina dan tenaga, untuk itu adalah penting bagi seorang yang ingin berlatih untuk mempersiapkan tenaganya, termasuk salahs atunya adalah dengan makan. Makan berat disarankan dilakukan sebelum latihan, tetapi tidak boleh terlalu dekat dengan kegiatan latihan tersebut, setidaknya 1 jam sebelum latihan. Konsumsi makan berat kurang dari 1 jam sebelum latihan, sebaiknya dihindari. Hal ini disebabkan karena waktu makan yang terlalu dekat dengan jadwal latihan akan dapat beresiko bagi seoran aikidoka. Muntah pada saat latihan bisa menjadi sesuatu yang terjadi apabila kita melakukan ini. Makanlah secukupnya (jangan juga terlalu banyak) kurang lebih 2 jam sebelum latihan.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.